Karya Tulis 2



Pidato
Assalamu'alaikum Wr. Wb
Yang terhormat Bapak Kepala Sekolah MTS MLARIK
Yang terhormat Bapak/Ibu Dewan Guru
Serta teman-temanku yang berbahagia
Pada pagi hari ini, tak lupa kita ucapkan
puja dan puji kehadirat Allah SWT yang
senantiasa memberikan kasih sayangnya
kepada kita semua, sehingga sampai hari
ini kita masih tetap bisa melakukan segala
bentuk aktifitas dan dapat berkumpul di
sini dalam acara Perpisahan Kelas IX tahun
ajaran 2012/2013.
Saya di sini mewakili teman-teman
menyadari bahwa selama kami menjadi
siswa di MTS Mlarik tercinta ini
seringkali membuat bapak/ibu guru kesal,
kecewa, sedih, maupun marah. Oleh karena
itu kami menghaturkan permohonan maaf
yang tulus emoga bapak/ibu guru semua
sudi kiranya memaafkan semua kesalahan
kami baik yang sengaja maupun tidak demi
kebaikan kami semua ke depannya.
Saya dan teman-teman, mengucapkan
banyak terima kasih kepada bapak/ibu
guru dan juga ayah bunda yang telah
mendidik kami menjadi siswa yang disiplin
dan berprestasi. Untuk bapak/ibu guru
terutamanya, mungkin ucapan terima kasih
dari saya dan teman-teman semua tidaklah
cukup membayar semua jasa baik anda
selama 3 tahun ini, yang tanpa lelah
mengajari serta mendidik kami menjadi
insan yang semakin mengerti. Sungguh
kebaikan bapak/ibu guru hanya mampu
dibalas oleh Allah. Jazakumullah khoiron
katsiron.
Untuk teman-teman tercinta, selama 3
tahun lamanya kita bersama, tentunya ada
rasa suka maupun duka yang datang
menghampiri dalam perjalanan kita
menuntut ilmu. Mungkin semua itu esok
akan menjadi sebuah memori terindah
yang akan selalu kita ingat.
Tak lupa kepada adik-adik kami yang masih
tajam pemikirannya, untuk ke depan kalian
harus lebih berprestasi dari kakak-kakakmu
ini, jangan buang waktumu dengan
percuma, buatlah sekolah kita menjadi yang
terbaik. Buatlah guru-guru serta orang tua
kita bangga akan prestasi yang kita
torehkan.
Saya ucapkan selamat berpisah, dan
selamat melanjuntkan pendidikan ke
jenjang yang lebih tinggi. Semoga
perpisahan ini menjadi kenangan indah
selamanya. Ingatlah tangis tawa kita selama
ini, pelangi yang selalu iringi perjalanan
mulia ini.
Wassalamu'alaikum Wr. Wb

Nama  : Aries
Kelas   : 7b



PETANI
PETANI…….
Kaubangunpagipagiutkpergikesawah
Untukmencarinafkahkeluarga
Meski pun keringatmubrcucurankauslalusemangat
Kautakmemgenallelahmeskipunmulaitinggi
itulahkaupetani………
OH PETANI……..
Jasamusungguhbrharga
Tanpa mu orang takbisamakan
Jasa mu kanslalukukenang
TERIMAKASIH PETANI……

Nama   : DewiSuryani
Kelas   : 7a


MTS KU
MTS KU………
Kaulahtempatkumenuntutilmu
Hari demi harikubersamamu
Kaulah yang kubanggakan
Kau yang selaluberkenangdihati
MTS  KU……….

Kau yang menjadikenangan  dihati
Namamukankubanggakan
Itilahjanjiku…..

Nama   : Rani Yuliani
Kelas   : 7a


SAHABAT SEJATI
Kaumembantukudisaatsendiri
Kaumenghiburkudisaatsedih
Terimakasih oh sahabatku
Sahabatsejati………
Kaubagaikanbidadari di surga
Kausangatlahberhargabagiku
Kauadalahsahabaat yang sejati
Ohhsahabatsejatiku………
Akuberterimakasihkepadakau
Akuinginselaludidekatmu
Akuakanmembalaskebaikan mu

Nama   : ErenaAnggeraini C. K
Kelas   : 7a
           

 


Karya Tulis 1



Guruku
Tanpamu kami tak tau apa-apa
Tanpamu kami takbisaapa-apa
Hari-harimukaucurahkanuntuk kami
Tanpakenallelahdanwaktukaubimbing kami
Rautwajah mu senantiasamenghiasisenyum
Guruku……..
Engkaulaksanaoase di padangtandus
Engkaulaksanacahayalilindalamkegelapan
Jasamuakanslalu kami kenang,akanslalu kami ingat
Jika  kamidewasananatidanakankabarkanpadadunia
Engkaupahlawanbangsa……..
Pahlawantanpatandajasa……

Nama   : Alfiaseptiani
Kelas   : 7a                           


Perpisahan
airmatadanlambaiantangan. . .
jugasejutado’a yang melimpahkan . . .                                                                             
mengiringiiniperpisahan . . .
kamiucapkanselamatjalan . . .
kamiucapkanselamattinggal . . .
denganbutiran air mataharapan . . .
perpisahanbukanlahsegalanya . . .
tapihanyabatas tipis . . .
antarakisahdankenangan . . .
mungkininilahjalannya . . .
untukmeneruskanmasadepan . . .

say hello and say good byee . . .

Nama   : AnisaIntansari
Kelas   : 7a


BukuAdalahJendelaIlmu
buku . . . . .
kauadalahjendelailmu . . .
semua orang memerlukan mu . . .
tanpa mu kami tidakmengertiilmu . . .
buku . . . . .
setiaphari kami membuka mu . . .
setiaphari kami mempelajari mu . . .
setiapharijuga kami membaca mu . . .
buku . . . . .
kauada di mana-mana . . .
setiaphariakuselalumembawa mu kesekolah . . .
kausangatberhargabuat kami . . .
kamibertrimakasihklepada mu . . .
terimakasihbuku . . .
Nama   : TheriEndrianiNingtyas
Kelas   : 7a


Petani
jikapagimenjelang . . .
kauterbangundaritidurlelap mu . . .
kaubekerjatakpernahkenallelah . . .
kaubekerjauntukkeluarga mu . . .
takpernahmengeluhwalaupunkeringatbercucuran . . .
pagihingga sore kauselalubekerja . . .
hanyauntukmencukupikebutuhankeluargamu . . .
semangat mu sangatberjasa . . .

terimakasihpetani . . .
Nama   : Amitha Lestari
Kelas   : 7a


Petani
engkaubangunpagi-pagi . . .
untukberangkatkeladang . . .
pagi yang cerahsangfatmenyinarihati . . .
engkauberjuanguntukpadi mu . . .
padi yang menguningdanindah . . .
semangat mu sangatberharga . . .
akubanggadengan mu . . .
petani yang berjuangberatuntukpadinya . . .
tanpalelahdanhaus . . .
semangat mu sangatberjasa . . .

terimakasihpetani
Nama   : LiviaDwiRatnasari
Kelas   : 7a

Form Data Base PTK MTs SA Mlarik 2014

Untuk menunjang Data Base PTK di MTs SA Mlarik, maka Bapak/Ibu Guru dan pegawai untuk mengisi Data Base PTK 2014. Form Data Base PTK 2014 dapat download dibawah sini:
Download Form Data Base PTK MTs SA Mlarik 2014

ket:
1. Pasword langsung minta ke operator (P. Hadie)
2. File softcopy dapat dikirim lewat email "hadie_oi@yahoo.com" atau langsung lewat flashdisk
3. Dikumpulkan secepatnya

Jadwal Guru Piket Liburan Semester Gasal MTs SA Mlarik 2013

Download Jadwal Guru Piket Liburan Semester Gasal MTs SA Mlarik 2013
 

Makna Sahabat



Suasana pagi cerah di SMPN Pelita Harapan Jakarta mengiringi sebuah kisah keempat sekawan dengan karakter yang berbeda-beda. Namun perbedaan tersebut tidak menjadikan mereka berempat berselisih, tetapi menjadikan mereka mascot dalam persahabatan yang sejati. Chaca, Viera, Elzha, dan Bintang, itulah nama mereka. Mereka selalu kompak dan tampak ceria setiap hari. Jadi tidak heran jika mereka memiliki ribuan teman. Ke epat sekawan tersebut berbincang-bincang sambil berjalan di koridor sekolah.
Elzha : “Hey sob, sebentar lagi kita UAN nich, pastinya waktu untuk kumpul-kumpul kita akan tersita buat belajar. Gimana nich?”
Viera : “Iya bener juga Zha, jadwal kita bakalan jungkir balik gara-gara persiapan UAN. Jadwal shopping, ke salon, creambath, manypadhy, dan pastinya jadwal kencan bareng bakalan ancur. Aduch, bisa-bisa rambut aku rontok nich.”
Chaca : “Gak segitunya kalik, tergantung kita juga. Jika kita rajin menabung ilmu, maka kita tidak akan sibuk belajar.”
Viera : “Ah kamu ini Cha, mentang-mentang anak pintar jadinya sok ceramah. Huh nyebelin.”
Elzha : “Sudah-sudah jangan berdebat, apa yang di omongin Chaca itu ada benarnya juga. Coba dech kalian bayangin, jika kita rajin belajar kita tidak perlu sibuk-sibuk mikirin UAN, itung-itung siap senjata dulu sebelum perang. Enjoy aja lagi, bener gak?”
Viera : “Iya-iya Bu guru. Belum masuk kelas aja sudah dapat ceramah dari Ibu Chaca dan Ibu Elzha, capek dech.”
Bintang : “Ha…ha…ha…Viera Viera dari dulu penyakit marah kamu gak sembuh-sembuh yach.”
(Dengan nada ngeledek)
Chaca : “Maklumlah dia itukan The Queen of Angry in the World.”
Elzha : “Chaca ini sukanya kok ngledekin aku terus. Kalau ngefans sama aku bilang aja dech.”
Chaca : “Ih, gak banget dech.”
Bel masuk kelas berbunyi, merekapun masuk kelas untuk mengikuti pelajaran. Waktu cepat berlalu, tak terasa sudah saatnya pulang sekolah.
Viera : “Guys, mau ke mana nich? Kalian mau langsung pulang atau mau shopping dulu?”
Bintang : “Maybe, I go home now because I’m tired. Seharian ulangan terus.”
Chaca : “Iya sama. Aku juga mau langsung pulang banyak tugas yang harus di kerjakan plus jadwal les aku yang numpuk banget. Maklumlah, aku itukan orang sibuk.”
(Seraya tertawa)
Elzha : “Aduch, jadi anak kelas tiga capek banget ya. Dikit-dikit tugas, dikit-dikit ulangan pusing.”
Chaca : “Namanya juga sekolah.”
Hari demi hari berganti, namun ada keganjilan dari sikap Chaca, sehingga terjadi perselisihan di antara mereka.
Viera : “Cha, akhir-akhir ini kamu kok sibuk banget yach? Sampai-sampai sahabat sendiri di lupain.”
Chaca : “Sorry dech. Akhir-akhir ini aku sibuk ngerjain tugas, les, and belajar buat persiapan UAN nanti.”
Elzha : “Yakin kamu nggak bohong sama kita?”
Chaca : “Emh, beneran kok. Masak sich kalian nggak percaya sama sahabat sendiri.”
Viera : “Bukan gitu, akhir-akhir ini kita liat kamu pulang lebih awal, kalau kita ajak kumpul-kumpul, kamu ada aja alasan inilah, itulah, HP kamu juga tidak pernah aktif.”
Bintang : “Iya, juju raja lagi.”
Chaca : “Nggak ada apa-apa kok guys. Sudah jangan di bahas. Nggak ada topik lain yach?”
(Mulai menitikan air mata)
Elzha : “Kamu kenapa sich Cha? Cerita dong sama kita.”
Viera : “Ayo dong Cha cerita sama kita.”
Chaca : “Aku nggak kenapa-kenapa kok guys. Kenapa sich kalian nggak percaya?”
Bintang : “Ugh tau wes. Kamu sudah nggak nganggep kita sahabat lagi.”
Chaca : “Iya dech aku cerita.”
Bintang : “Nah gitu dong. Dari tadi kenapa ceritanya.”
Ternyata Chaca ada masalah dengan orang tuanya, dan masalah itu membuat Chaca tidak semangat untuk belajar. Saat pulang sekolah Elzha, Viera, dan Bintang berkumpul di rumah Bintang.
Viera : “Guys aku kasian nich sama Chaca, dia les uterus.”
(Dengan wajah memelas)
Bintang : “Emang kamu punya rasa kasian?”
(Dengan nada meledek)
Elzha : “Sudahlah nggak usah berantem terus. Tau nggak, kalian itu seperti kucing dan tikus, rebut melulu.”
Bintang : “Iya aku tau, sorry dech.”
Elzha : “Gimana kalau kita tanya ke orang tuanya Chaca aja? Jadi kita tau apa yang sebenarnya terjadi antara Chaca dengan orang tuanya.”
Akhirnya mereka bertiga datang ke rumah Chaca, dan kebetulan pada saat mereka ke rumah Chaca, dia sedang les. Setelah mereka dipersilahkan masuk, mereka berbincang-bincang dengan Ibu Chaca. Mereka bertiga menanyakan apa yang terjadi antara Chaca dengan orang tuanya. Setelah bercerita panjang lebar, dan mereka telah mengetahui apa penyebabnya, mereka mohon undur diri kepada Ibu Chaca.
Keesokan harinya Viera, Elzha, dan Bintang menghampiri Chaca yang sedang duduk termenung di dalam kelas.
Bintang : “Woi.”
(Seraya mengagetkan Chaca)
Chaca : “Apa-apaan kalian ini, bikin aku kaget aja!”
Elzha : “Kok kamu jadi nyalahin kita Cha? Kamu sich pagi-pagi sudah ngelamun, kena setan sekolah baru tau rasa kamu.”
(Chaca, Viera, Bintang, dan Elzha tertawa bersama)
Bintang : “Cha, kita sudah tau kenapa akhir-akhir ini sikap kamu jadi aneh.”
Chaca : “Kalian bicara apa sich, aku nggak ngerti?”
Viera : “Ampun dech Chacaku sayangku cintaku sahabatku jangan tulalit donk. Sudah jelas kita ini lagi bahas sikap kamu yang berubah 180o.”
Elzha : “Bener Cha, kita udah tau semuanya.”
Chaca : “Kalian ini ada-ada aja, aku biasa aja kalian malah bilang aku berubah segala. Emang apa yang berubah? Aku tetap Chaca yang dulu.”
Bintang : “Nggak Cha, kaum berubah semenjak kamu punya masalah dengan orang tua kamu.”
Chaca : “Emang kalian tau apa tentang masalah aku ini? Kalian itu nggak tau apa-apa!”
(Dengan nada membentak)
Bintang : “Kamu salah Cha, kita tau semuanya.”
Chaca : “Maksudnya kalian tau masalhku dengan orang tuaku?”
(Dengan nada terbata-bata)
Viera : “Yups betul betul betul.”
Chaca : “Tapi gimana kalian bisa?”
Bintamg : “Iya kita tau dong. Kemarin kita bertiga sengaja ke rumah kamu buat tanya masalah ini ke ibu kamu, dan ibu kamu cerita semuanya ke kita.”
Chaca : “Napa sich kalian ngelakuin hal ini? Lagian kalian bisa langsung tanya sama aku.”
Bintang : “Kita ngelakuin hal ini karena kita kasian liat kamu kayak gini Cha?”
Elzha : “Kita sudah tanya sama kamu tentang hal ini, tapi kamu cuma bilang ada masalah sama orang tua kamu. Kamu nggak jelasin apa masalah yang sebenarnya. Ya udah kita cari tau aja sendiri.”
Viera : “Terus kita tanya ke ibu kamu dan kita tau kamu kayak gini karena HP sama fasilitas yang kamu punya di tarik sama ibu kamu kan?”
Chaca : “Iya, HP sama fasilitas yang ada buat aku ditarik sama orang tua aku. Karena itu aku nggak semangat belajar, lagian tanpa itu semua rasanya hampa. Untung I-pod aku nggak ikut di sandra.”
(Sambil mengeluarkan I-pod miliknya)
Viera : “What, I-pod baru Cha! Pinjem dong?”
Chaca : “Dasar kamu nggak bisa liat barang bagus sedikit.”
Viera : “Aduch, please dech Cha, tinggal pinjemin aja apa susahnya sich?”
Chaca : “Iya ini aku pinjemin, tapi jangan sampai rusak ya?”
Viera : “Gitu dong, dri tadi napa? Masak pakai ceramah dulu?”
Chaca : “Anak ini udah di pinjemin masih aja nyebelin, dasar Miss Lebay.”
Elzha : “Kalian ini kok malah rebut soal I-pod sich? Kalian nggak inget kita sekarang lagi bahas tentang apa?”
Bintang : “Lebih baik sekarang kita kembali ke permaslahan awal. Oke?”
Chaca, Viera, Elzha : “Oke dech.”
Bintang : “Menurut aku sikap orang tua kamu ada benarnya juga Cha. Jadi, kamu nggak perlu
jadi pendiam kayak gini. Bawa Enjoy aja Cha.”
Chaca : “Emang bener. Tapi, tanpa semua itu aku jadi tambah malas belajar karena bosen nggak ada hiburan. Aku sudah cukup tertekan harus belajar terus menerus. Orang tua aku nggak peduli sama aku lagi, mereka selalu nuntut ini, itu tapi mereka nggak mikir gimana perasaanku. Merek hanya tau keinginan mereka harus terpenuhi, tanpa berfikir kemampuan aku. Mereka egois!”
(Sambil menangis)
Elzha : “Sudah hapus aia mata kamu. Lebih baik sekarang kita cari jalan keluarnya.”
Viera : “Aha, aku punya ide, aku punya ide, ide ini bagus, ide ini untuk kita.”
Chaca, Viera, Bintang : “Apa? Dasar Miss Lebay.”
Viera : “Emh, bagaimana kalau kita batasi pemakaian fasilitas yang ada. Selama inikan setiap hari, setiap jam, setiap menit and setiap detik kita selalu tergantung sama fasilitas yang ada.”
Chaca : “Bener juga kamu Ra. Aku jadi sadar, kalau kita selalu tergantung sama fasilitas yang kita punya, kita bakalan jadi anak manja dan selalu tergantung sama apa yang ada. Emang susah buat kita merubah kebiasaan yang sudah mengakar di dalam diri kita. Tapi, apa kalian bisa ninggalin itu semua? Biar aku aja yang menjalankan ini semua. Aku punya sahabat seperti kalian juga sudah cukup buat aku. tapi aku masih butuh paling tidak HP sich.”
(Mereka tertawa bersama)
Viera : “Emh, gimana ya?”
Bintang : “Aku bisa kok. Ra, inikan ide kamu, kok malah kamu yang jadi ragu sich?”
Viera : “Uh, tadi aku nggak usul enak yach. Tapi, aku bisa kok. Demi sahabat aku tersayang. Tapi sesekali nggak apakan?”
Bintang : “Ya nggak apalah. Namanya juga masih proses. Tpi jangan terlalu sering yach?”
Elzha : “Intinya kita setuju sama usul Viera tadi. Lagian selayaknya sahabat sejati itu selalu ada buat sahabatnya yang lagi butuh bantuan. Kamu sedih, kita juga ikut sedih Cha. Karena kita merasa ada yang hilang. Kita juga ngerasa nggak enak kalau kita having fun, tapi kamunya malah sedih, susah, campur aduk dech. Lagian kita juga harus konsentrasi sama UAN. Bener nggak?”
Chaca : “Bener, kalau gitu terima kasih ya guys.”
Viera, Bintang, Elzha : “Sama-sama. Kita sayang kamu Cha.”
(Sambil berpelukan)
Akhirnya mereka berempat menyepakati perjanjian yang tadi diusulkan Viera. Mereka berharap
hal ini dapat memberikan hasil yang baik pada UAN nanti.
Hari demi hari mereka lalui penuh suka cita, dan tidak terasa waktu UAN telah tiba. Pada waktu pengumuman hasil UAN, mereka lulus dengan nilai yang memuaskan. Dan mereka di terima di SMA yang mereka inginkan selama ini. Sampai SMApun mereka tetap bersama.

Sumber: http://sausbuku.blogspot.com/2010/05/naskah-drama-makna-sahabat.html